MEMAHAMI TENTANG FILSAFAT UMUM DAN EKSISTENSIALISME DALAM KAJIAN ONTOLOGI

MEMAHAMI FILSAFAT UMUM DAN EKSISTENSIALISME DALAM KAJIAN ONTOLOGI

Rabu, 08 - Desember 2021
Dibuat Oleh : Fadilatun Nujum_absen 24_PAI 1D
NIM : 126201212173

A. SEJARAH FILSAFAT UMUM
Filsafat mengajak kita lebih menggunakan rasio, dan mengutik lebih  dalam ke 6 abad sebelum masehi. Dimana belum mengenal biologi dan fisika. Disebut dengan zaman mitologi. Mitologi adalah orang yang mempercayai mitos.
Dinegara yunani ditemukan seseorang bernama thales seorang filsuf yunani pertama yang suka traveler. Pada saat itu thales jenuh dan berjalan ke sungai nil menelusuri dan mulai mengamati orang-orang dan berbagai hewan dan tumbuhan. Dia berfikir apakah kebutuhan pangan nya sudah tercukupi, dan ternyata masih ada air. Makanya orang mesir masih bisa hidup karena teori yang pertama dikeluarkan adalah air. Thales digunakan menjadi bapak filsuf beralih dari mitos ke logos. 27 abad yang lalu sudah ada menggunakan rasionya untuk alam semesta. Seorang ingin belajar filsafat dikarenakan menggunakan logikanya. orang itu tidak mengkaji semuanya ingin fokus kepada interaksi sosial maka muncul interaksi sosial ada yang fokus terhadap jiwa manusia disebut jiwa sikologi budaya disebut juga antropologi. karena ilmu pengetahuan dari filsafat adalah induk pengetahuan disebut dengan The Mother Of Knowledge.

B. PENGERTIAN FILSAFAT UMUM
Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philo/philos/philien (cinta) dan shopia/shopos/sophien (kebijaksanaan). Secara etimologi, filsafat berarti berarti cinta kebijaksanaan. Seorang filosof adalah pecinta, pendamba, dan pecari kebijaksanaan. Ada banyak sekali pengertian dari para ahli dan filosof dunia mengenai pengertian filsafat. Menurut Aristoteles, filsafat adalah ilmu yang memuat kebenaran yang tedapat pada ilmu-ilmu, logika, metafisika, etika, ekonomi, estetika, dan politik.
Filsafat Yunani Kuno muncul pada abad ke 6 SM berlangsung hingga pada Zaman Klasik atau pada Periode Helenistik. Banyak ahli filsuf meyakini bahwa budaya barat berasal dari filosofi Yunani. Alfred North Whitehead mencatat bahwa "Secara garis besar bentuk filsafat barat berasal dari catatan Plato". Pengaruh ini berlangsung dari Yunani kuno hingga Abad Pencerahan.

C. RUANG LINGKUP FILSAFAT
1. Ontologi, yaitu mengkaji hakikat segala
sesuatu, terbagi 2:
a) Kualitas
 - Monisme, asal alam terdiri dari satu unsur
(mono=satu). Thales dari air, Anaximandros dari api, Anaximenes dari udara, Democritos dari tanah. 
- Dualisme, yang mengatakan alam semesta terdiri dari dua unsur yaitu materi dan roh. Tokohnya Anaxagoras dan Aristoteles. 
- Pluralisme, alam semesta terdiri dari empat unsur; air, angin, api, tanah. Tokohnya
Empedokles, Leukippos.

b). Kuantitas
• Pandangan ini membicarakan bagaimana alam
berproses, dalam kaitannya muncul 4 teori: 
– Mekanisme, yang mengatakan bahwa segala sesuatu berproses secara mekanik. 
– Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam raya berproses menuju suatu tujuan, yaitu Tuhan. 
– Determinisme, kejadian di alam ini berproses melalui suatu ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh hukum alam maupun olehTuhan
– Indeterminisme, segala kejadian di alam ini
berlangsung secara bebas, tanpa kendali tertentu
dari Tuhan atau kekuatannya.

2. Epistemologi
a. Hakikat pengetahuan, muncul 2 pandangan :
– Realisme, yaitu pengetahuan manusia riil
adanya dalam kehidupan. 
– Idealisme, yaitu hakikat ilmu pengetahuan tidak terdapat dalam dunia riil, melainkan konsep ideal atau dunia ide-ide.
 b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan : 
– Rasionalisme, mengatakan bahwa sumber
pengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia. 
– Empirisme, sumber pengetahuan adalah indera manusia. 
– Kritisme, pengetahuan manusia bersumber dari luar diri manusia, yaitu Tuhan.

3.Axiologi
• Terbagi menjadi 6 pandangan;
a) Naturalisme, yang menyatakan ukuran baik buruk ialah sesuai tidaknya perbuatan
tersebut sesuai dengan fitrah (natura)
manusia. 
b) Hedonisme, yang menyatakan bahwa ukuran baik buruk ialah sejauh mana suatu
perbuatan mendatangkan kenikmatan
(hedone) bagi manusia. 
c) Vitalisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh sejauh mana suatu perbuatan tersebut
dapat mendorong manusia untuk hidup
lebih maju.
d) Ultitarianisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh ada tidaknya suatu perbuatan mendatangkan manfaat bagi manusia. 
e) Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh sesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengan konsep ideal (rancang bangun) pikiran manusia. 
f) Teologis, baik buruknya suatu perbuatan
ditentukan oleh sesuai tidaknya suatu
perbuatan dengan ketentuan agama
(teos=Tuhan, agama).

D. Filsafat Pra Socrates

Filsafat Pra Socrates adalah filsafat yang dilahirkan karena kemenangan akal atas dongeng yang diterima dari agama yang memberitahukan tentang asal muasal segala sesuatu baik di dunia maupun manusia, para pemikir atau ahli filsafat yang disebut orang bijak yang mencari-cari jawabannya sebagai akibat terjadinya alam semesta beserta isinya tersebut. Filsafat Pra Socrates dapat dikatakan bahwa mereka adalah filsafat alam artinya para ahli pikir yang menjadikan alam yang luas dan penuh keselarasan yang menjadi sasaran para ahli filsafat tersebut, atau objek pemikirannya adalah alam semesta. Tujuan filosofi mereka dalam memikirkan soal alam besar darimana terjadinya alam itulah yang menjadi sentral persoalan bagi mereka, pemikiran yang demikian itu merupakan pemikiran yang sangat maju, rasional dan radikal. 

a. Filsafat alam sebagai sikap demitologi.
demitologi, artinya suatu kebangkitan pemikira untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang siftnya mitologi. Sikap belakangan inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern, dan sikap keritis inilah menjadikan bangsa yunani tampil sebagai ahli pikir terkenal sepanjang masa. Jadi membahas filsafat alam sebagai sikap demitologi, berarti dapat di simpulkan membahas tentang perkembangan dan tokoh filsafat yunani.
 
b. Ada beberapa filosof pada masa ini yaitu :
1. Thales, Thales adalah seorang saudagar yang sering berlayar ke negeri Mesir. Ia menemukan ilmu ukur dari Mesir dan membawanya ke Yunani.
2. Anaximandros
Anaximandros ( 610 - 547 SM ) adalah salah satu murid Thales. Usianya lima belas tahun lebih muda daripada Thales, tetapi meninggal dunia dua tahun lebih dahulu. Sebagai filsuf, ia lebih besar daripada gurunya . Ia juga ahli astronomi, disamping itu, ia juga ahli ilmu bumi.
3. Anaximenes, (585-524 SM) adalah murid Anaximandros, yang secara substansial, pemahamannya tentang alam tidak berbeda dengan gurunya. Anaximenes mengajarkan bahwa asal dari alam ini satu dan tidak terhingga. 
4. Parmenidesa, Ia lahir di kota Elea, kota perantauan Yunani di Italia Selatan. Kebesarannya sama dengan kebesaran Heracleitos. Dialah yang pertama kali memikirkan hakikat tentang ada (being).
5. Pythagoras, ia dilahirkan di Pulau Samos, Ionia. Tanggal dan tahunnya tidak diketahui secara pasti. Ia juga tidak meninggalkan tulisan-tulisan sehingga apa yang diketahui tentang Pythagoras diperlukan kesaksian-kesaksian.di dalam kota kelahirannya.
6. Democritos, Pemikiran democritos di banding pemikir lain lebih sulit di lacak, sebab banyak orang sudah melupakan pemikirannya sehingga agak sulit menemukan karya - karyanya. Namun demikian, masih ada beberapa informasi mengenai tokoh ini, antara lain ia konon pernah mengadakan perjalanan ke mesir, Babilonia, Persia hingga ke Athena.
KAUM SOFIS DAN RELATIVISME KEBENARAN

KAUM SOFIS
Sofisme berasal dari kata "softs" yang berarti cerdik, pandai,. Namun, kemudian berkembang artinya menjadi bersilat lidah. Sebab, kaum sofis menyampaikan filsafatnya dengan berkeliling ke kota-kota dan ke pasar-pasar. Para pemuda dilatih kemahiran berdebat dan berpidato. Kepandaian itu untuk mempertahankan apa yang dianggap benar. Dengan ajaran demikian, sofisme tergolong aliran relativisme. Ajaran sofisme juga memiliki pengaruh positif waktu itu, yaitu melahirkan banyak orang terampil berpidato. Disamping itu, akal manusia dihargai. Akan tetapi, segi negatifnya, ajaran ini menjadikan orang tidak bertanggung jawab atas ucapan-ucapannya, sebab apa yang dikatakan hari ini untuk sesuatu, bisa saja untuk hari besoknya berlainan dengan dalih bahwa kebenaran hanyalah berlaku sementara.

RELATIVISME KEBENARAN

Relativisme berasal dari kata latin, relativus, yang berarti relatif. Sejalan dengan artinya, relativisme adalah doktrin pemahaman yang memandang bahwa perbedaan budaya, etika, moral, bahkan agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Atas dasar ini nilai-nilai seperti kebaikkan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya, bukan karena sesuatu itu memang baik atau buruk, atau benar atau salah pada hakikat dirinya.Atas dasar ini kaum relativis berkeyaknian bahwa "agama" adalah seperangkat doktrin, norma dan ajaran tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. Sementara "keberagamaan" adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin atau ajaran-ajaran tuhan itu, yang tentu saja bersifat relatif dan sudah pasti kebenarannya relatif. Paham inilah yang sebenarnya merupakan akar pemikiran pluralisme agama yang mengakui kebenaran relatif semua agama.

E. KEBIJAKAN SOCRATES
1. Dunia Bayang-Bayang (The story of the caveman)
Socrates mengajarkan bahwa kebajikan adalah hal yang paling berharga diantara semua yang dimiliki seseorang, bahwa kebenaran terletak diluar ”bayang-bayang” pengalaman kita sehari-hari.
2. Metode Socratic: Gnoti Seauton, Maieutica-Technic, dan Dialektika
Metode Socratic adalah gerakan pendidikan yang dilakukan oleh Socrates , yaitu: Gnoti Seauton, Maieutica-Technic, Dialektika.
3. Kebijakan Universal.
Universal adalah sesuatu yang sifatnya umum dan berlaku bagi semua orang. Sebagian ahli
juga menyebut universal juga dapat diartikan sebagai suatu konsep dimana satu hal dapat
digunakan untuk semuanya.

F. IDEALISME PLATO
a. Sumber Sumber Filsafat Plato
     1. Pyrilampes   
     2. Kritias
     3. Krathylos
     5. Socrates
     6. Theodoros
b. Idealisme Plato Tentang Filsafat.
     1. Ajaran tentang ide.
     2. Perumpamaan tentang gua. 
     3. Ajaran tentang manusia.
     4. Ajaran tentang negara ideal.

G. REALISME ARISTOTELES
a. Onotologi dan Metafisika Aristoteles 
 sesuatu yang ada selalu terdiri dari 2 hal yakni : forma ( yang memberi bentuk material beban/wujud).
Metafisika aristoteles berpusat pada masalah “barang” (substansi atau materi pertama) dan “bentuk”(materi kedua).

b. teori 4 causa ( sebab ) 
            a. causa materialis 
            b. causa formalis 
            c. causa efisien 
            d. causa finalis 
c. Teori pengetahuan Aristoteles
            1. Kategori
             2. Induksi dan deduksi.
             3. Logika.

H. Helenisme Dan Abad Pertengahan
a. Pengarun Plato dan Aristoteles
   ★Memperkenalkan budaya yunani - Akulturasi budaya, pertemuan budaya
   ★ Memperkenalkan Filsafat Yunani - filsafat Plato dan Aristoteles
b. Plotinus, Filsafat Patristic dan Skolastik di Barat Kristen.
filsafat patristik dan skolastik di barat kristen. pada abad kegelapan zaman patristik atau yang disebut dengan bapak gereja. pada zaman skolastik yang artinya sebagi sekolah. 
c. Filsafat di Timur Islam ( ciri kefilsafatan islam, para filsuf muslim).
Mengalami masa golden age - integrasi saing dan agama. 

I. HUMANISME DAN RENAISANS
Humanisme adalah suatu doktrin yang menekan kepentingan-kepentingan
kemanusiaan dan ideal (humanisme pada zaman Renaisans. didasarkan atas peradaban Yunani Purba.

★ Sejarah Humanisme dan Renaisan
Sejarah munculnya gerakan renaissance dan humanisme di Eropa selepas berakhirya abad kegelapan. Renaissance dan humanisme dianggap sebagai latar belakang lahirnya filsafat modern. Humanisme dan Renaisans sering dianggap sebagai dua hal yang sama. Anggapan itu banyak disebabkan karena kelahiran Renaisans yang hampir bersamaan dengan masa Renaisans di abad 14.
Humanisme dan Renaisans adalah kesatuan yang saling memengaruhi aruh bersama-sama. Humanisme merupakan sebuah ideologi yang menentang dogma-dogma pada Abad Pertengahan yang melatarbelakangi memengaruhi Renaisans. Karena Renaisans merupakan era waktu dapat dikatakan Humanisme berada didalam Renaisans.

J. RASIONALISME ( filsafat berbasis akal )
Pendiri Rasionalisme yaitu Rene Descartes lahir di Prancis dan bisa disebut bapak filsafat modern
- Pengertian Rasionalisme
Rasionalisme adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan dan menetes pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam
mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahu an
diperoleh dengan dengan cara berpikir. Alat dalam berpikir itu adalah
kaidah-kaidah logis atau aturan-aturan logika
 - Toko-toko Rasionalisme
    1. Rene Descartes, lahir di Perancis
     2. Gottfried wilhelm lahir di jerman
   3. Baruch di spinoza lahir di amsterdam

K. EMPIRISME ( Filsafat Berbasis Pengalaman )
Pengetahuan : 
1. A. Priori Teori tentu yang tanpa ditentukan, orang yang sudah percaya.
 2. A.  Posteriori = sebuah pernyataan yang butuh pembuktian.
- Pengertian Empirisme
Empirisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial didasarkan kepada pengalaman yang menggunakan indera.
- Tokoh-tokoh Empirisme.
   1. Franas Bacon, lahir di Inggris - bapak empirisme
   2. Yohn locke, lahir di Inggris
   3. Thomas Hobbes
   4. David Hume
   5. George Barkeley

K. Pragmatisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa kriteria
kebenaran sesuatu ialah apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata.
Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak.
Tokoh-Tokoh Pragmatisme dan Pendapatnya Mengenai Pragmatisme :
1. Charles sandre piere (1839) Charles berpendapat bahwa apapun yang
berpengaruh bila dikatan praktis. 
2. John Dewey (1859-1952) Dewey berpendapat bahwasannya berfilsafat guna
memperbaiki kehidupan manusia dan lingkungannya.
3. William James. Dia mengatakan secara singkat bahwa pragmatism adalah realitas
yang sudah kita ketahui berguna untuk mengukur suatu kebenaran.

★Pandangan pragmatisme yaitu terhadap
Metafisika, epistemologi, Aksiologi.

L. EKSISTENSIALISME
Eksistensi berarti keadaan yang aktual, yang terjadi dalam ruang dan waktu dan bereksistensi yaitu menciptakan dirinya secara aktif, berbuat menjadi dan merencanakan. Sedangkan esensi merupakan sesuatu yang membedakan antara suatu benda dan corak-corak benda lainnya. Eksistensi manusia menunjukkan kesadaran manusia bahwa ia berhadapan dengan dunia. Dari sini muncul ciri lain hakikat keberadaan manusia. Orang eksistensialisme berpendapat bahwa salah satu watak keberadaan manusia adalah takut. Takut itu datang dari keasadaran manusia tentang wujudnya dunai ini. 
★Tokoh-Tokoh Eksistensialis
Kierkegaard, Jean Paul Sartre, Albert Camus

Eksistensialisme baru dalam kajian Ontologi
Yang dimaksud dengan eksistensi disini adalah cara manusia berada di dunia ini. Manusia mencurahkan diri sendiri untuk dunia luar. Dan sebuah pemikiran Zaman modern dan semunya itu hanyalah materi Termasuk manusia. Dan Sebagai manusia kita diberi pemikiran oleh ALLAH SAW,,,kita pergunakan untuk berfikir.Manusia bisa membuat sesuat yang sebelumnya Tidak ada menjadi ada, contohnya yang dulu tidak ada kendaraan bermotor atau handphone sekarang sudah ada. Dan juga sudah bisa dipergunakan. itu juga dengan karena hal materi atau pemikiran dari manusia.

Mungkin itu saja artikel singkat dari saya mengenai penjelasan filsafat umum dan eksistensialisme baru dalan kajian ontologi. Semoga permanfaat untuk semua atas materi yang telah saya tulis. Terimakasih

Nama  : FADILATUN NUJUM
KELAS : PAI 1D
NIM     : 126201212173
UAS FILSAFAT UMUM